Breaking News

Pertanian

Peternakan

Ketrampilan

Tata Boga

Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan

Profil Desa Klumpit


Klumpit - Desa Klumpit termasuk desa di wilayah kecamatan Gebog yang terletak sekitar di lereng Gunung Muria. Desa ini terletak sekitar ±8 km dari puncak gunung Muria. Desa ini berada ±10 km sebelah barat laut dari pusat Pemerintahan Kabupaten Kudus. Desa Klumpit ini terbagi atas beberapa dukuh yaitu : Pesantren, Pedak, Modinan, Ngaringan, Grobog, Klumpit, dan Kalilopo.

Batas-batas wilayah Desa Klumpit :
  •  Barat    : Desa Mijen
  • Timur   : Desa Peganjaran
  • Selatan : Desa Gribig dan Karangampel
  • Utara    : Desa Sudimoro

Kondisi Lingkungan Saat memasuki wilayah desa ini, sejuk dan asri bisa dirasakan setiap orang yang memasukinya. Hal ini dikarenakan kondisi desa yang masih banyak persawahan dengan tekstur tanah yang sedang dan sebagian dengan tanah liat. Masalah air bersih disini tidak menjadi sebuah masalah karena sumber air disini bersumber langsung dari alam. Hampir di setiap rumah memiliki sumur- sumur sendiri. Kebersihan juga tetap selalu menjadi perhatian di desa ini. Untuk menjaga kebersihan lingkungan desa, warga biasanya mengadakan kerja bakti pada hari- hari libur. Sehingga desa ini tetap terjaga kebersihannya. Mata  pencaharian Penduduk Desa ini mempunyai mata pencaharian yang beragam. Sebagian diantara mereka ada yang wiraswasta, petani, PNS, pegawai swasta, dan masih banyak yang lain. Namun rata-rata warga desa ini bekerja sebagai buruh.

Potensi SDM Sumber Daya Manusia
di Desa ini cukup baik. Banyak diantara warga yang mempunyai kreatifitas yang berkualitas. Ketrampilan- ketrampilan warga meliputi; konveksi (menjahit), pengrajin batu bata, pengrajin kayu yang biasa digunakan untuk perabot rumah, mengajar dll.

Di desa ini terkenal
sebagai desa konveksi karena banyak dari warganya yang mendirikan konveksi pakaian. Produk yang dihasilkan adalah busana muslim wanita, hem, koko, mukena, dan kerudung. Biasanya mereka langsung memasarkan ke pasar- pasar luar kota Kudus, seperti Rembang, Demak, Juwana, bahkan hingga Jawa Timur.


Tingkat kesehatan di Desa Klumpit ini bias dikatakan cukup baik. Ini bisa di lihat pada kondisi warga yang tidak mempunyai penyakit-penyakit yang serius dan menular serta cacat. Untuk meningkatkan kesehatan warga, kegiatan yang biasa di lakukan di Desa ini adalah mengadakan kegiatan posyandu yang bertempat di tiap-tiap dukuh. Mereka memanggil bidan-bidan setempat untuk kegiatan tersebut. Di desa ini terdapat tiga bidan yang terdiri dari satu bidan desa dan dua bidan swasta. bidan tersebut adalah

  • Hj. Darini, Amd.Keb
  • Hj. Muyassaroh, Amd.Keb
  • Nor Istiati, Amd.Keb

Selain itu, ada pula puskesmas keliling yang biasanya memberikan layanan kesehatan di desa ini. Mereka memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat yang tidak mampu. Pendidikan Kondisi standar pendidikan desa ini dapat di katakan sesuai dengan program pemerintah.

Warga desa ini sudah mencapai pendidikan hingga SMA sampai perguruan tinggi. Hanya sebagian kecil saja yang masih bersekolah sampai SMP atau hanya SD saja. Untuk memudahkan warganya menjangkau pendidikan, di desa ini telah berdiri banyak pusat-pusat pendidikan/sekolah. Baik yang pendidikan umum maupun pendidikan agama. Dari playgroup-TK/RA- SD/MI-dan MTs. Serta madrasah diniyah dan RTQ/TPQ. Desa ini juga mengadakan program anti tuna aksara dengan mendirikan kegiatan seperti sekolah bagi orang-orang tua yang tidak bisa membaca.


Fasilitas-fasilitas pendidikan yang dimiliki desa:

  1. Playgroup :   Halimatus Sa’diyah
  2. TK/RA :   TK PertiwiRAFatimatuz Zahra’
  3. SD/MI : SD 1 Klumpit, SD 2 Klumpit, SD 3 Klumpit, SD 5 Klumpit, SD 6 klumpit, SD 7 klumpit, MI Tarbiyatul Banatil Islamiyah,  MI Sabilul Khoiratil Islamiyah, Mts. Albakry 
Read more ...

Profil Kabupaten Kudus


Kudus merupakan kabupaten terkecil di Jawa Tengah dengan luas wilayah mencapai 42.516 Ha yang terbagi dalam 9 kecamatan. Kudus merupakan daerah industri dan perdagangan, dimana sektor ini mampu menyerap banyak tenaga kerja dan memberikan kontribusi yang besar terhadap PDRB. Jiwa dan semangat wirausaha masyarakat diakui ulet, semboyan jigang (ngaji dagang) yang dimiliki masyarakat mengungkapkan karakter dimana disamping menjalankan usaha ekonomi juga mengutamakan mencari ilmu. Dilihat dari peluang investasi bidang pariwisata, di Kabupaten Kudus terdapat beberapa potensi yang bisa dikembangkan baik itu wisata alam, wisata budaya maupun wisata religi. Bidang agrobisnis juga ikut memberikan citra pertanian Kudus. Jeruk Pamelo dan Duku Sumber merupakan buah lokal yang tidak mau kalah bersaing dengan daerah lain. Dalam hal seni dan budaya, Kudus mempunyai ciri khas yang membedakan Kudus dengan daerah lain. Diantaranya adalah seni arsitektur rumah adat Kudus, kekhasan produk bordir dan gebyog Kudus. Keanekaragaman potensi yang dimiliki Kudus diharapkan mampu menarik masyarakat luar untuk bersedia hadir di Kudus.

Kabupaten Kudus sebagai salah satu Kabupaten di Jawa Tengah terletak di antara empat Kabupaten yaitu : Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Jepara dan Pati, Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Demak dan Jepara, Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Grobogan dan Pati, Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Pati. dengan koordinat 6 51' - 7 16' Lintang Selatan dan 110 36' - 110 50' Bujur Timur. Jarak terjauh dari barat ke timur adalah 16 km dan dari utara ke selatan 22 km. Ditinjau dari topografinya, Kabupaten Kudus memiliki ketinggian terendah 5 meter diatas permukaan laut yang berada di Kecamatan Undaan dan ketinggian tertinggi 1600 meter diatas permukaan laut yang berada di Kecamatan Dawe.
Read more ...

Sekilas tentang Desa Vokasi

Indonesia sebagai negara berkembang memiliki banyak permasalahan pembangunan. Beberapa yang sering mencuat diantaranya kemiskinan dan pengangguran. Tingkat pengangguran sangat terkait dengan rendahnya jumlah peluang kerja di perkotaan akibat urbanisasi besar-besaran dan belum optimalnya pemanfaatan sumber daya alam yang melimpah di perdesaan. Dalam mengurangi tingkat pengangguran penduduk usia kerja di Indonesia, diperlukan pembekalan ketrampilan yang dibutuhkan dalam mengelola sumberdaya alam yang melimpah di perdesaan yang selama ini belum sempat terolah.

Berbagai macam pendekatan telah dilakukan oleh pemerintah dalam rangka untuk mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan tersebut. Diantaranya adalah program Inpres Desa Tertinggal (IDT), program Kesejahteraan Sosial Kelompok Usaha Bersama Keluarga Muda Mandiri (Prokesos KUBE KMM), Tabungan Kesejahteraan Rakyat (Takesra), Kredit Usaha Kesejahteraan Rakyat (Kukesra), Kredit Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), Jaring Pengaman Sosial (JPS) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM Mandiri), serta program-program lainnya.

Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) telah banyak melaksanan program pendidikan masyarakat, yang difokuskan pada pemberian keterampilan kejuruan, yang dapat dijadikan modal dasar untuk bekerja atau berusaha. Salah satu kebijakan Kemendiknas yang terfokus pada penyelesaian masalah pengangguran dan kemiskinan adalah program pengembangan Desa Vokasi. Program ini mengisyaratkan bahwa proses pemberian ketrampilan kejuruan diarahkan pada perubahan pola pikir, pembentukan sikap dan perilaku masyarakat, berbasis kebutuhan masyarakat dan permintaan pasar, serta dapat menjadi solusi permasalahan pengangguran dan masalah sosial.

Desa Vokasi adalah kawasan perdesaan yang menjadi sentra penyelenggaraan kursus atau pelatihan berbagai kecakapan vokasional (pemberian keterampilan kejuruan) dan pengelolaan unit-unit usaha (produksi maupun jasa) berdasarkan keunggulan lokal dalam dimensi sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan. Program pengembangan Desa Vokasi ini merupakan langkah strategis yang diambil oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Ditjen PAUDNI dalam menerapkan program mengenai pendidikan kecakapan hidup / kewirausahaan dalam kawasan perdesaan.
Read more ...